Persediaan bahan baku merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan, terutama pada perusahaan manufaktur yang bergantung pada ketersediaan bahan baku untuk menunjang proses produksi. PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Industri vulkanisir ban yang dalam kegiatan produksinya memerlukan pengelolaan persediaan bahan baku yang efektif dan efisien. Namun, dalam aktivitas pengendalian persediaan masih dilakukan secara konvensional tanpa didukung oleh perhitungan yang tepat. Kondisi tersebut mengakibatkan frekuensi pemesanan bahan baku yang cukup tinggi sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menghitung kuantitas pemesanan yang optimal, frekuensi pembelian, safety stock, serta titik pemesanan ulang (Re-Order Point). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data historis persediaan cushion gum pada tahun 2024 yang didukung oleh biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa kuantitas pemesanan yang paling optimal berdasarkan metode EOQ adalah 100.8 kg per pesanan dengan frekuensi pembelian sebanyak 43 kali dalam satu tahun, sehingga lebih efisien dibandingkan kondisi aktual yaitu 51 kali. Selain itu, total biaya persediaan yang diperoleh melalui penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) menjadi lebih efisien, yaitu Rp 12.960.535. Penerapan EOQ terbukti mampu menekan biaya pemesanan dan penyimpanan. Dengan pengendalian stok yang lebih terukur, PT XYZ dapat menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026