Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan instrumen multidimensional yang mengukur capaian suatu negara pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Jumlah Penduduk Miskin, Rata-Rata Lama Sekolah, dan Sanitasi Layak terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia tahun 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Jumlah Penduduk Miskin berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM dengan nilai probabilitas sebesar 0,5209. Variabel Rata-Rata Lama Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM dengan nilai probabilitas sebesar 0,0008, yang menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan mampu meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Temuan ini mengimplikasikan bahwa percepatan peningkatan rata-rata lama sekolah melalui perluasan akses pendidikan menengah dan program beasiswa merupakan kebijakan paling strategis untuk mendorong IPM Indonesia ke level yang lebih tinggi dan merata. Sementara itu, variabel Sanitasi Layak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap IPM dengan nilai probabilitas sebesar 0,2526. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000079. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,9886 menunjukkan bahwa 98% variasi IPM dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan pembangunan manusia di Indonesia.
Copyrights © 2026