Pencemaran air akibat limbah deterjen rumah tangga menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan bahan pembersih dalam aktivitas sehari-hari. Kandungan surfaktan, fosfat, dan senyawa organik dalam deterjen dapat menurunkan kualitas perairan serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Salah satu metode pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan adalah fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan eceng gondok sebagai media fitoremediasi dalam menurunkan tingkat pencemaran air limbah deterjen rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen sederhana dengan dua media perlakuan, yaitu ember A yang berisi air bersih dan eceng gondok sebagai kontrol serta ember B yang berisi air deterjen dan eceng gondok sebagai perlakuan. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari dengan parameter berupa kondisi fisik air, nilai pH, dan kondisi morfologi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok mampu menurunkan nilai pH air limbah deterjen dari 9 menjadi 7 dalam waktu tujuh hari. Selain itu, terjadi pengurangan busa pada permukaan air yang mengindikasikan adanya proses penyisihan senyawa pencemar. Perubahan morfologi tanaman berupa daun yang menguning dan akar yang menebal menunjukkan adanya proses penyerapan dan akumulasi polutan oleh tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa eceng gondok berpotensi dimanfaatkan sebagai media fitoremediasi sederhana untuk membantu memperbaiki kualitas air limbah deterjen rumah tangga secara ramah lingkungan dan berbiaya rendah.
Copyrights © 2026