Kemacetan di jalan raya seolah sudah menjadi menu wajib dan problem transportasi utama yang terus membayangi berbagai kawasan perkotaan akibat meningkatnya volume kendaraan dan tingginya aktivitas hambatan samping di tepi jalan. Jalan Kompleks Lanud Sukani Jatiwangi Kabupaten Majalengka menjadi salah satu jalur transportasi yang dicirikan oleh tingginya volume pergerakan kendaraan. cukup padat karena berada di kawasan pertokoan, permukiman, dan industri. Hambatan samping berupa parkir di bahu jalan, akses kendaraan kawasan pertokoan, dan aktivitas pedagang kaki lima menyebabkan berkurangnya lebar efektif jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur dampak dari gangguan samping tersebut terhadap kemacetan lalu lintas, kondisi kepadatan lalu lintas pada waktu puncak, serta perbandingan antara kemacetan lalu lintas dan volume kendaraan menggunakan metode MKJI 1997 dan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan bantuan aplikasi Traffic Counter untuk menghitung volume kendaraan. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa lajur jalan beroperasi mendekati kapasitas maksimumnya 2903,77 smp/jam dengan beban arus puncak mencapai 2471 smp/jam, sehingga memicu nilai DS 0,86 (kategori LOS E) yang mencerminkan kondisi lalu lintas kritis. Fenomena ini diperkuat oleh analisis deskriptif kuesioner (purposive sampling), di mana seluruh sampel terdistribusi pada klaster Setuju (70%) dan Sangat Setuju (30%) mengenai besarnya dampak parkir bahu jalan, manuver kendaraan pertokoan, serta aktivitas lokal terhadap kemacetan. Kombinasi beban volume dan hambatan samping tersebut mendegradasi kinerja fungsional jalan pada periode sibuk. Sebagai langkah solutif, diperlukan intervensi regulasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka melalui kebijakan penertiban parkir komersial, manajemen hambatan samping, serta eskalasi monitoring berkala di koridor Lanud Sukani Jatiwangi.
Copyrights © 2026