Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Pengrajin PIP melalui SOP dan Pelatihan Pengendalian Material untuk Mencapai Target Zero Defect Whydiantoro; Erni Sari Lumban Toruan; Engkos Koswara; Dede Abdurahman
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18908

Abstract

Sektor manufaktur di Kabupaten Majalengka mengalami pertumbuhan pesat, khususnya pada kelompok pengrajin produk injeksi plastik lokal yang menyuplai komponen otomotif. Namun, industri kecil menengah (IKM) tersebut menghadapi tantangan berat terkait efisiensi produksi dan kualitas produk yang tidak konsisten, dengan rata-rata tingkat produk cacat harian mencapai 33%, di mana cacat silver streak mendominasi sebesar 76% dari total kegagalan produk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi melalui standardisasi Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan pengendalian material, serta penerapan dashboard monitoring berbasis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) terintegrasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Technological Development yang meliputi lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program melalui pembentukan Gugus Kendali Mutu (GKM). Hasil implementasi program menunjukkan keberhasilan nyata dengan penurunan total angka produk reject dari 33% menjadi di bawah 10%, yang didorong oleh reduksi kontaminasi material hingga 90% dan kestabilan parameter suhu barrel mesin injeksi. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi alat digital dan sistem SOP visual mampu mengubah manajemen kualitas dari reaktif menjadi preventif, sekaligus meningkatkan profitabilitas ekonomi dan daya saing kelompok pengrajin mitra.
Analisis Efektivitas Kamera ETLE terhadap Kepatuhan Pengendara di Jalan Soekarno Hatta, Indramayu Intannia Wandhani; Erni Sari Lumban Toruan; Agus Wirdianto; Andi Nugraha Saputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9908

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terhadap tingkat kepatuhan pengendara di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Indramayu, berdasarkan persepsi pengguna jalan. Penerapan ETLE merupakan salah satu upaya modernisasi penegakan hukum lalu lintas yang memanfaatkan teknologi kamera elektronik untuk mendeteksi dan merekam pelanggaran secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ETLE, tingkat kepatuhan pengendara, persepsi pengguna jalan, serta kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penerapan ETLE berdasarkan persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan tingkat kepentingan (importance) dan tingkat kinerja (performance) dari setiap indikator yang diteliti serta memetakannya ke dalam diagram kartesius IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ETLE di Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Indramayu dinilai cukup efektif dalam meningkatkan ketertiban lalu lintas dan kepatuhan pengendara. Variabel Persepsi Pengguna (X3) memperoleh tingkat kesesuaian tertinggi sebesar 89,51%, sedangkan variabel Pengguna Jalan (Y) memperoleh tingkat kesesuaian sebesar 76,84%. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa beberapa indikator, seperti kemampuan ETLE dalam mendeteksi pelanggaran, tingkat kepercayaan terhadap sistem ETLE, keadilan penindakan, dan manfaat ETLE dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas memerlukan perhatian untuk terus ditingkatkan. Secara keseluruhan, penerapan ETLE memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan perilaku berlalu lintas masyarakat, namun masih diperlukan evaluasi, pengembangan sistem, serta peningkatan sosialisasi agar efektivitas ETLE dapat lebih optimal sesuai dengan harapan pengguna jalan.
Analisis Hambatan Samping Parkir di Bahu Jalan yang Mempengaruhi Kemacetan Lalu Lintas Erni Sari Lumban Toruan; Silpi Naskah Lasti; Muhammad Ridwan Nurohman; Ahmad Fadillah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9910

Abstract

Kemacetan di jalan raya seolah sudah menjadi menu wajib dan problem transportasi utama yang terus membayangi berbagai kawasan perkotaan akibat meningkatnya volume kendaraan dan tingginya aktivitas hambatan samping di tepi jalan. Jalan Kompleks Lanud Sukani Jatiwangi Kabupaten Majalengka menjadi salah satu jalur transportasi yang dicirikan oleh tingginya volume pergerakan kendaraan. cukup padat karena berada di kawasan pertokoan, permukiman, dan industri. Hambatan samping berupa parkir di bahu jalan, akses kendaraan kawasan pertokoan, dan aktivitas pedagang kaki lima menyebabkan berkurangnya lebar efektif jalan, sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur dampak dari gangguan samping tersebut terhadap kemacetan lalu lintas, kondisi kepadatan lalu lintas pada waktu puncak, serta perbandingan antara kemacetan lalu lintas dan volume kendaraan menggunakan metode MKJI 1997 dan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan bantuan aplikasi Traffic Counter untuk menghitung volume kendaraan. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa lajur jalan beroperasi mendekati kapasitas maksimumnya 2903,77 smp/jam dengan beban arus puncak mencapai 2471 smp/jam, sehingga memicu nilai DS 0,86 (kategori LOS E) yang mencerminkan kondisi lalu lintas kritis. Fenomena ini diperkuat oleh analisis deskriptif kuesioner (purposive sampling), di mana seluruh sampel terdistribusi pada klaster Setuju (70%) dan Sangat Setuju (30%) mengenai besarnya dampak parkir bahu jalan, manuver kendaraan pertokoan, serta aktivitas lokal terhadap kemacetan. Kombinasi beban volume dan hambatan samping tersebut mendegradasi kinerja fungsional jalan pada periode sibuk. Sebagai langkah solutif, diperlukan intervensi regulasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka melalui kebijakan penertiban parkir komersial, manajemen hambatan samping, serta eskalasi monitoring berkala di koridor Lanud Sukani Jatiwangi.
Analisis Pelebaran Desain Jembatan Beton Bertulang Balok-T Berdasarkan SNI 1725:2016 Menggunakan SAP2000 Erni Sari Lumban Toruan; Muhammad Royhan Farhan Habibi; Vindhy Lesmana Nauval; Vikcry Afrizal Herdiawan; Musthofa Musthofa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9912

Abstract

Jembatan berfungsi sebagai infrastruktur transportasi krusial yang mendukung pergerakan masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.. Seiring meningkatnya volume lalu lintas, kapasitas beberapa jembatan eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pengguna jalan. Salah satu kondisi tersebut terjadi pada Jembatan Bendungan Tirtanegara yang memiliki lebar jalan eksisting sekitar 1,8 m sehingga belum mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan secara optimal dan menyulitkan kendaraan saat berpapasan. Oleh sebab itu, jembatan perlu diperlebar guna menyiasati lonjakan volume kendaraan sekaligus menjamin keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan merencanakan desain jembatan beton bertulang sistem balok-T dengan pelebaran kapasitas jalan berdasarkan pembebanan SNI 1725:2016 dan analisis struktur menggunakan SAP2000. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif yang difokuskan pada pendekatan analisis dan perancangan struktural. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, perencanaan dimensi elemen struktur, perhitungan pembebanan, pemodelan struktur menggunakan SAP2000, serta evaluasi kekuatan struktur terhadap momen lentur dan gaya geser. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa lebar jembatan diperbesar menjadi 8,0 m yang terdiri atas dua lajur lalu lintas selebar 3,5 m dan trotoar selebar 0,5 m pada masing-masing sisi. Hasil analisis menunjukkan momen ultimit maksimum sebesar 742,31 kNm masih lebih kecil dibandingkan kapasitas momen ultimit sebesar 5.267,56 kNm, sedangkan gaya geser maksimum sebesar 269,82 kN masih lebih kecil dibandingkan kapasitas geser maksimum sebesar 2.464,73 kN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa struktur memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan stabilitas sesuai ketentuan SNI 1725:2016 sehingga desain jembatan balok-T yang direncanakan dinyatakan aman dan layak diterapkan sebagai solusi pelebaran kapasitas jalan pada Jembatan Bendungan Tirtanegara.
Analisis Perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum terhadap Keselamatan Pengguna Jalan Rifatunnisa Rifatunnisa; Erni Sari Lumban Toruan; Muhammad Taufik Ivan Syaepudin; Nanda Endi S
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10099

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) memiliki fungsi signifikan dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi para pengguna jalan, terutama di malam hari. Keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai membantu para pengguna jalan untuk mengenali keadaan jalan, petunjuk lalu lintas, serta berbagai hambatan yang berpotensi mengancam keselamatan berkendara. Namun, situasi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Sukaraja–Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, masih menghadapi berbagai masalah seperti minimnya intensitas cahaya, distribusi cahaya yang tidak merata, dan kurangnya keseragaman dalam pencahayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di Jalan Sukaraja–Jatiwangi, menilai aspek intensitas cahaya, distribusi cahaya, dan keseragaman pencahayaan, serta mengidentifikasi prioritas perbaikan berdasarkan pandangan pengguna jalan melalui metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada pengguna jalan yang melewati rute tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepentingan pengguna jalan terhadap semua aspek Penerangan Jalan Umum (PJU) cukup tinggi, namun tingkat kepuasannya masih rendah. Kondisi ini mencerminkan bahwa kinerja Penerangan Jalan Umum (PJU) belum mampu memenuhi ekspektasi pengguna jalan. Analisis metode Importance Performance Analysis (IPA) mengungkapkan beberapa indikator yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki, terutama berkaitan dengan intensitas cahaya, distribusi cahaya, dan keseragaman pencahayaan. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan kualitas dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) secara berkelanjutan agar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan lebih terjamin.
Analisis Pemetaan Tingkat Kerusakan Perbaikan Perkerasan Lentur pada Ruas Jalan dengan Metode Pavement Condition Indek (PCI) dan Metode Road Condition Survey (RCS) di Lingkar Baribis – Panglayungan di Kabupaten Majalengka Erni Sari Lumban Toruan; Fahmi Faizal Wahyudi; Moch. Aris Risnandar; Iip Faturrohman; Risky Mahesa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10317

Abstract

Salah satu masalah penting di Ruas Jalan Lingkar Baribis–Panglayungan, Kabupaten Majalengka, adalah kerusakan pada struktur perkerasan lentur, juga dikenal sebagai perkerasan lentur, yang mengakibatkan penurunan aspek kenyamanan, keselamatan, dan umur layanan jalan. Permasalahan ini disebabkan oleh sedimentasi dan penyumbatan di sistem drainase samping serta beban lalu lintas yang tinggi dari kendaraan berat yang mengangkut hasil tambang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis teknis dan pemetaan komprehensif terhadap tingkat kerusakan perkerasan melalui integrasi metode Pavement Condition Index (PCI) sesuai standar ASTM D6433 dan Road Condition Survey (RCS) berbasis Surface Distress Index (SDI) . Survei deskriptif kuantitatif dengan metode inspeksi visual langsung digunakan pada ruas jalan 400 meter yang terbagi menjadi tiga segmen unit sampel pengamatan. Hasil identifikasi lapangan menunjukkan bahwa enam jenis kerusakan yang paling umum adalah retak buaya (crack alligator), lubang (potholes), kegemukan aspal (bleeding), penurunan (depression), bekas roda (rutting), dan pengelupasan (raveling). Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa nilai PCI rata-rata sebesar 31,67 termasuk dalam kategori Very Poor (Sangat Buruk). Kondisi yang paling berbahaya ditemukan di Segmen 2, yang memiliki nilai indeks terendah sebesar 20 karena kegagalan struktural tanah dasar. Meskipun demikian, evaluasi fungsional yang dilakukan menggunakan metode RCS menghasilkan nilai rata-rata indeks kondisi sebesar 9,90, yang menempatkan status jalan pada kategori Rusak Ringan hingga Rusak Sedang. Temuan teknis menegaskan hubungan yang kuat antara kerusakan struktur dan kondisi drainase yang buruk di lokasi penelitian. Studi ini menyarankan metode penanganan untuk meningkatkan daya tahan jalan di masa mendatang, seperti rekonstruksi lokal pada titik kegagalan struktur, patching mendalam, overlay tebal 8–10 sentimeter, dan normalisasi sistem drainase samping.
Analisis Perbandingan Kuat Lentur dan Daya Serap Air pada Genteng Tanah Liat Cepy Prasetyo; Erni Sari Lumban Toruan; Moch. Yoga Purnama Rifa'i; Surya Nata Wibawa Kurnia; Rafiki Mawarid Asywara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10501

Abstract

Tingginya curah hujan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia mengasumsikan pentingnya pemilihan material atap dengan performa mekanis dan fisis yang optimal, salah satunya melalui aplikasi genteng tanah liat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kuat lentur serta daya serap air antara genteng tanah liat natural dan genteng tanah liat berlapis keramik sebagai upaya evaluasi kualitas material atap yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Melalui metode eksperimental di laboratorium, pengujian sifat mekanis berupa kuat lentur dilakukan menggunakan alat Hydraulic Concrete Beam Testing Machine. Sementara itu, sifat fisis berupa daya serap air ditentukan berdasarkan prosedur perendaman sampel selama 24 jam. spesimen diambil dari industri genteng PG. TRI ADE EEF SUPER JTW di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua jenis genteng memiliki nilai kuat lentur yang identik, yakni sebesar 5,7 MPa, yang mengindikasikan bahwa lapisan keramik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanis material. Namun, pada pengujian daya serap air terdapat perbedaan yang nyata; genteng tanah liat natural memiliki rata-rata daya serap sebesar 13,19%, sedangkan genteng berlapis keramik sebesar 9,62%. Perbedaan ini disebabkan oleh fungsi lapisan glasir yang menutup pori-pori permukaan genteng sehingga mengurangi masuknya air. Berdasarkan parameter daya serap air, dapat disimpulkan bahwa spesimen genteng berlapis keramik menunjukkan performa dan ketahanan yang lebih optimal dibandingkan genteng tanah liat konvensional. Produk ini direkomendasikan untuk diaplikasikan pada konstruksi bangunan di area dengan paparan iklim basah dan kelembapan ekstrem.