Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di Sentral Wisata Kuliner (SWK) Wonorejo, Surabaya. Meskipun UMKM menyumbang lebih dari 61% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, sebagian besar pelaku usaha mikro di bidang kuliner wisata masih memiliki kelemahan dalam literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang berdampak langsung pada kinerja usaha. Penelitian ini secara spesifik mengkaji kedua variabel tersebut secara simultan dalam konteks UMKM kuliner di kawasan wisata terpadu, sebuah konteks yang masih kurang diteliti dalam literatur sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif-kausal dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 14 unit UMKM aktif di SWK Wonorejo. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil pengujian menunjukkan bahwa literasi keuangan (t = −0,050; sig. = 0,961) dan pengelolaan keuangan (t = 1,875; sig. = 0,088) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja keuangan pada taraf 5%. Pengujian secara simultan juga tidak signifikan (F = 2,000; sig. = 0,182), dengan nilai R² sebesar 0,267. Ketidaksignifikanan hasil ini terutama disebabkan oleh keterbatasan ukuran sampel. Meskipun demikian, arah koefisien pengelolaan keuangan yang positif berarti pentingnya pengembangan kapasitas pengelolaan keuangan sebagai program prioritas pemberdayaan UMKM kuliner di Indonesia.
Copyrights © 2026