Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Keadilan Pajak di Kalangan Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Pasca Kenaikan Tarif PPN 12% Nor Hasan; Maria Trivonia Somi; Nur Nur; Nailah Nur Salma; Cindy Viorensia Putri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10717

Abstract

This study aims to explore the views of students at the University of 17 August 1945 (UNTAG) Surabaya regarding the increase in the Value-Added Tax (VAT) rate to 12%, which took effect on January 1, 2025. This policy shift is part of a broader tax reform aimed at strengthening Indonesia's fiscal capacity, yet it has raised concerns about its fairness and impact on lower-income groups, particularly students. Using a descriptive qualitative method, data were collected via open-ended questionnaires from 50 active students between May and June 2026. Thematic analysis was conducted using the multidimensional framework by Marshall et al. (2023), which encompasses aspects of distributive, procedural, retributive, and interactional justice. The research findings reveal that perceptions of distributive injustice were the most frequently cited in the responses (72%), followed by the impact on consumption behavior (68%) and dissatisfaction with the process (64%). Trust in the government was found to play a significant moderating role in shaping students' acceptance of the policy, while perceived weaknesses in interactional justice, particularly regarding tax authority communication, further reinforced negative perceptions. These findings underscore the importance of implementing more open and transparent communication strategies and involving the public, especially younger generations, in the formulation of tax policy. Strengthening these dimensions of fairness is expected to increase public support for and compliance with changes in the tax system, while also contributing new empirical insight into student perceptions of taxation policy in the Indonesian context.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di SWK Wonorejo Daniella Theresa Wou Dhena; Maria Trivonia Somi; Istiono Istiono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di Sentral Wisata Kuliner (SWK) Wonorejo, Surabaya. Meskipun UMKM menyumbang lebih dari 61% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, sebagian besar pelaku usaha mikro di bidang kuliner wisata masih memiliki kelemahan dalam literasi keuangan dan pengelolaan keuangan yang berdampak langsung pada kinerja usaha. Penelitian ini secara spesifik mengkaji kedua variabel tersebut secara simultan dalam konteks UMKM kuliner di kawasan wisata terpadu, sebuah konteks yang masih kurang diteliti dalam literatur sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif-kausal dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 14 unit UMKM aktif di SWK Wonorejo. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil pengujian menunjukkan bahwa literasi keuangan (t = −0,050; sig. = 0,961) dan pengelolaan keuangan (t = 1,875; sig. = 0,088) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja keuangan pada taraf 5%. Pengujian secara simultan juga tidak signifikan (F = 2,000; sig. = 0,182), dengan nilai R² sebesar 0,267. Ketidaksignifikanan hasil ini terutama disebabkan oleh keterbatasan ukuran sampel. Meskipun demikian, arah koefisien pengelolaan keuangan yang positif berarti pentingnya pengembangan kapasitas pengelolaan keuangan sebagai program prioritas pemberdayaan UMKM kuliner di Indonesia.