Perkembangan ekonomi digital di Indonesia mendorong perubahan besar dalam sistem ekonomi dan perpajakan sehingga pemerintah perlu melakukan transformasi kebijakan fiskal yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transformasi kebijakan fiskal dalam menghadapi ekonomi digital terhadap peningkatan penerimaan negara di Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana kebijakan fiskal beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital serta implikasinya terhadap efektivitas penerimaan pajak negara. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari e-jurnal, e-book, buku referensi, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik analisis dilakukan dengan metode analisis isi melalui proses identifikasi, pengelompokan, dan interpretasi data dari berbagai sumber penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi perpajakan melalui e-Filing, e-Billing, dan e-Faktur mampu meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, dan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, transformasi kebijakan fiskal juga berperan dalam memperluas basis pajak dan meningkatkan penerimaan negara meskipun masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kepatuhan pajak, praktik penghindaran pajak, keterbatasan infrastruktur digital, dan kompleksitas regulasi perpajakan digital. Kesimpulannya, transformasi kebijakan fiskal yang terintegrasi dapat mendukung optimalisasi penerimaan negara serta memperkuat pembangunan ekonomi nasional berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan, memperkuat regulasi perpajakan digital, serta memperluas edukasi perpajakan kepada pelaku usaha digital secara merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Copyrights © 2026