Kemajuan teknologi informasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk industri jasa laundry. Namun, sebagian besar usaha laundry di Indonesia masih dikelola secara konvensional, sehingga menimbulkan berbagai kendala seperti tidak tersedianya pelacakan pesanan secara real-time, kurangnya transparansi informasi harga dan estimasi penyelesaian, proses pemesanan yang belum efisien, serta keterbatasan metode pembayaran digital. Permasalahan tersebut berdampak pada menurunnya kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan merancang antarmuka pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX) aplikasi layanan laundry berbasis mobile bernama KLIIN menggunakan metode Design Thinking dan perangkat desain Figma. Proses perancangan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pada tahap empathize, kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui kajian literatur dari penelitian terdahulu yang relevan. Hasil identifikasi tersebut dirumuskan menjadi kebutuhan fungsional dan nonfungsional pada tahap define, kemudian dikembangkan ke dalam user flow dan arsitektur informasi pada tahap ideate. Tahap prototype menghasilkan tiga artefak desain utama, yaitu user flow, wireframe, dan desain high-fidelity yang merepresentasikan tampilan akhir aplikasi dengan identitas visual dominan biru untuk memberikan kesan bersih dan terpercaya. Aplikasi KLIIN terdiri atas delapan halaman utama, yaitu Splash Screen, Login, Register, Home, Buat Pesanan, Tracking, Pembayaran, dan Profile. Keseluruhan desain menerapkan prinsip simplicity, consistency, dan visual hierarchy guna menghasilkan antarmuka yang intuitif, efisien, dan mudah digunakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan solusi digital layanan laundry yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.
Copyrights © 2026