Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan merupakan indikator penting dalam mengukur keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi. Meskipun jumlah penduduk perempuan di Indonesia terus meningkat, tingkat partisipasi kerja perempuan masih relatif rendah dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR), Rata-rata Lama Sekolah Perempuan, dan Upah Minimum terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan di Indonesia tahun 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial TFR memiliki hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai probabilitas 0,2163. Rata-rata Lama Sekolah Perempuan memiliki hubungan negatif dan tidak berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,1094. Upah Minimum memiliki hubungan positif tetapi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai probabilitas 0,4190. Secara simultan, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,2734. Namun, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 68,20% menunjukkan bahwa variasi TPAK perempuan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa partisipasi kerja perempuan dipengaruhi oleh faktor yang lebih kompleks, tidak hanya faktor demografi dan ekonomi tetapi juga kondisi sosial serta pasar kerja.
Copyrights © 2026