Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Angka Kelahiran Total, Rata-Rata Lama Sekolah Perempuan dan Upah Minimum terhadap TPAK Perempuan di Indonesia tahun 2018-2025 Maya Sentia Anjelika Tampubolon; Melisa Patrisia Manurung Patrisia; Cornelia Aginta Br Sembiring; Bonaraja Purba
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10120

Abstract

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan merupakan indikator penting dalam mengukur keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi. Meskipun jumlah penduduk perempuan di Indonesia terus meningkat, tingkat partisipasi kerja perempuan masih relatif rendah dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR), Rata-rata Lama Sekolah Perempuan, dan Upah Minimum terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan di Indonesia tahun 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial TFR memiliki hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai probabilitas 0,2163. Rata-rata Lama Sekolah Perempuan memiliki hubungan negatif dan tidak berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,1094. Upah Minimum memiliki hubungan positif tetapi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai probabilitas 0,4190. Secara simultan, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAK perempuan dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,2734. Namun, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 68,20% menunjukkan bahwa variasi TPAK perempuan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa partisipasi kerja perempuan dipengaruhi oleh faktor yang lebih kompleks, tidak hanya faktor demografi dan ekonomi tetapi juga kondisi sosial serta pasar kerja.