Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab tingginya tingkat reject rate dan hold QC, menganalisis penerapan metode Lean Six Sigma melalui pendekatan DMAIC, serta mengevaluasi peningkatan kapabilitas proses pada produksi Instant White Coffee di PT. Harum Alam Segar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Lean Six Sigma yang terdiri atas tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data produksi pada proses mixing menggunakan Mixer Ribon 1 dan Mixer Ribon 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab terjadinya reject dan hold QC berasal dari aspek manpower, machine, method, dan material. Tahap analisis menggunakan Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa ketidaktelitian operator, ketidakstabilan performa mesin, ketidakkonsistenan penerapan SOP, serta variasi karakteristik bahan baku merupakan penyebab dominan permasalahan kualitas. Berdasarkan hasil analisis tersebut disusun usulan perbaikan yang difokuskan pada peningkatan kepatuhan terhadap SOP, penguatan pengawasan proses, perbaikan program pemeliharaan mesin, dan pengendalian material. Penerapan Lean Six Sigma terbukti mampu mengurangi tingkat reject dan hold QC serta meningkatkan kapabilitas proses produksi yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai sigma level setelah implementasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Lean Six Sigma dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas proses produksi Instant White Coffee.
Copyrights © 2026