Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui penggunaan gawai seperti smartphone yang semakin meluas pada berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak. Gawai memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan inovasi baru. Namun, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan karakter anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam melakukan pengawasan dan pembinaan. Keluarga menjadi lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak melalui proses komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi orang tua dalam mengembangkan karakter anak pengguna gawai aktif di Kelurahan Suli, Kabupaten Luwu, serta upaya yang dilakukan orang tua dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan meliputi teori komunikasi persuasif, teori sifat, serta teori kepercayaan, sikap, dan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan orang tua cenderung berada pada kategori pola komunikasi membebaskan (permissive) dan pola komunikasi otoriter (authoritarian). Adapun upaya yang dilakukan orang tua dalam mengembangkan karakter anak meliputi komunikasi terbuka, pembatasan penggunaan gawai, pemberian teladan dan pemahaman mengenai dampak positif serta negatif gawai, pemberian kebebasan anak untuk beraktivitas di luar rumah, serta penanaman nilai kejujuran dan tanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak di era digital.
Copyrights © 2026