Penelitian mengenai kinerja keuangan organisasi nirlaba masih relatif terbatas dibandingkan dengan organisasi berorientasi profit, padahal pengelolaan keuangan yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih selama periode 2023–2024 berdasarkan rasio likuiditas dan solvabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi laporan keuangan audited yayasan tahun 2023 dan 2024. Analisis dilakukan menggunakan rasio Current Ratio dan Quick Ratio untuk mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, serta Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) untuk menilai tingkat solvabilitas organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih memiliki kondisi keuangan yang sangat sehat selama periode penelitian. Current Ratio mengalami penurunan dari 9,67 kali pada tahun 2023 menjadi 8,46 kali pada tahun 2024. Quick Ratio juga menunjukkan penurunan dengan nilai yang sama, namun tetap berada pada tingkat yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Pada aspek solvabilitas, DER meningkat dari 11,53% menjadi 13,40%, sedangkan DAR meningkat dari 10,34% menjadi 11,81%. Meskipun terjadi peningkatan, kedua rasio tersebut masih menunjukkan tingkat ketergantungan yang rendah terhadap utang sehingga struktur permodalan yayasan tergolong kuat dan stabil. Temuan penelitian ini memperkuat teori akuntabilitas publik dan stewardship yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola organisasi nirlaba dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan, transparansi, dan akuntabilitas organisasi.
Copyrights © 2026