Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hadir sebagai pilar utama dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman serta mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di industri manufaktur. PT XYZ adalah perusahaan yang beroperasi di sektor manufaktur vulkanisir ban dan trading yang memiliki risiko bahaya di area produksi, meliputi kebisingan, penggunaan mesin, ventilasi tidak memadai, area kerja sempit dan panas, serta rendahnya kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah-langkah pengendalian dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan semi-kuantitatif dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari 15 aktivitas kerja yang dianalisis, terdapat 2 jenis pekerjaan diklasifikasikan ke dalam high risk, 7 jenis pekerjaan diklasifikasikan ke dalam medium risk, dan 6 jenis pekerjaan diklasifikasikan ke dalam low risk, tanpa adanya aktivitas dengan kategori extreme risk. Risiko yang teridentifikasi dipengaruhi oleh faktor unsafe condition dan unsafe action yang mencakup ventilasi tempat kerja yang tidak optimal, ruang kerja yang sempit, penggunaan APD yang tidak sesuai, serta posisi kerja yang tidak ergonomis. Upaya pengendalian dilakukan melalui pembuatan SOP, pemasangan safety sign, re-layout area kerja, peningkatan ventilasi, serta sosialisasi K3 secara berkala.
Copyrights © 2026