Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gengsi dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian merek luxury global pada Generasi Z urban di Indonesia. Dorongan psikologis untuk memperoleh status sosial serta pola konsumsi yang berorientasi pada tren global diduga menjadi faktor utama yang mendorong konsumen muda perkotaan dalam memilih produk mewah. Pendekatan kuantitatif asosiatif kausal digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 113 responden mahasiswa Generasi Z di Kota Malang yang memiliki ketertarikan atau pengalaman membeli produk luxury. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa gengsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t hitung 4,7619, signifikansi 0,000), demikian pula gaya hidup memberikan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 5,6387, signifikansi 0,000) dengan koefisien regresi yang lebih besar, menandakan gaya hidup sebagai prediktor yang lebih dominan. Secara simultan, gengsi dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (F hitung 116,9582, signifikansi 0,000) dan mampu menjelaskan 68,02 persen variasi keputusan pembelian (R Square 0,6802). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi kebutuhan akan pengakuan sosial dan semakin modern gaya hidup konsumen, semakin kuat kecenderungan mereka membeli merek luxury global. Hasil ini mengonfirmasi teori konsumsi simbolik bahwa produk mewah berfungsi sebagai alat ekspresi identitas dan status sosial di kalangan anak muda urban yang terhubung secara digital. Implikasi bagi pemasar adalah perlunya membangun citra eksklusif sekaligus menyelaraskan strategi komunikasi dengan aspirasi gaya hidup digital Generasi Z.
Copyrights © 2026