Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga fungsi fisik, kognitif, dan kesehatan remaja. Kurangnya kualitas tidur pada remaja dapat memengaruhi kemampuan motorik, termasuk keseimbangan dan kelincahan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan dan kelincahan antara siswa yang memiliki kualitas tidur baik dan kualitas tidur kurang baik di SMP Negeri 1 Kema, Waleo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Tes Stork Stand dan kelincahan diukur menggunakan Illinois Agility Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur siswa adalah 6,2 yang termasuk kategori kurang baik. Sebanyak 21 siswa (70%) memiliki kualitas tidur kurang baik dan 9 siswa (30%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil pengukuran keseimbangan menunjukkan rata-rata waktu bertahan sebesar 26,81 detik, dengan 26,67% siswa berada pada kategori sangat baik. Sementara itu, hasil pengukuran kelincahan menunjukkan rata-rata waktu penyelesaian sebesar 21,18 detik, dengan 43,33% siswa berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan performa fisik siswa, di mana siswa yang memiliki kualitas tidur lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan yang lebih optimal dibandingkan siswa dengan kualitas tidur kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung kebugaran dan performa fisik remaja di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026