Asesmen autentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan sistem yang terintegrasi antara perencanaan, keselarasan instrumen, dan implementasi. Namun, penelitian sebelumnya umumnya mengkaji komponen-komponen tersebut secara terpisah sehingga belum menghasilkan gambaran yang utuh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integratif asesmen autentik PAI melalui kajian terhadap: (1) proses perencanaan asesmen, (2) keselarasan antara tujuan pembelajaran, indikator kompetensi, dan rubrik penilaian, (3) implementasi asesmen autentik dalam praktik, serta (4) strategi guru dalam mengatasi berbagai hambatan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal (Yin, 2018), penelitian dilaksanakan di SDIT Santiniketan Baleendah, Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan (dua guru PAI, dua wali kelas, dan satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum), observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014) berbantuan NVivo menghasilkan 80 referensi terkode pada lima node tematik. Temuan menunjukkan bahwa: (1) perencanaan asesmen dilakukan secara sistematis berbasis kompetensi dan didukung supervisi kolaboratif melalui KKG internal; (2) keselarasan yang kuat antara tujuan, indikator, dan rubrik meningkatkan validitas asesmen; (3) asesmen autentik dilaksanakan melalui proyek, praktik ibadah, portofolio, dan observasi karakter; serta (4) guru mengatasi kendala melalui diferensiasi pembelajaran, umpan balik berkelanjutan, dan penguatan budaya religius sekolah. Model integratif yang dihasilkan berkontribusi pada pengembangan kerangka empiris asesmen autentik dalam pendidikan Islam dasar, dengan menempatkan dimensi spiritual dan karakter sebagai inti, bukan pelengkap dari sistem penilaian.
Copyrights © 2026