Tingginya curah hujan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia mengasumsikan pentingnya pemilihan material atap dengan performa mekanis dan fisis yang optimal, salah satunya melalui aplikasi genteng tanah liat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kuat lentur serta daya serap air antara genteng tanah liat natural dan genteng tanah liat berlapis keramik sebagai upaya evaluasi kualitas material atap yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Melalui metode eksperimental di laboratorium, pengujian sifat mekanis berupa kuat lentur dilakukan menggunakan alat Hydraulic Concrete Beam Testing Machine. Sementara itu, sifat fisis berupa daya serap air ditentukan berdasarkan prosedur perendaman sampel selama 24 jam. spesimen diambil dari industri genteng PG. TRI ADE EEF SUPER JTW di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua jenis genteng memiliki nilai kuat lentur yang identik, yakni sebesar 5,7 MPa, yang mengindikasikan bahwa lapisan keramik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan mekanis material. Namun, pada pengujian daya serap air terdapat perbedaan yang nyata; genteng tanah liat natural memiliki rata-rata daya serap sebesar 13,19%, sedangkan genteng berlapis keramik sebesar 9,62%. Perbedaan ini disebabkan oleh fungsi lapisan glasir yang menutup pori-pori permukaan genteng sehingga mengurangi masuknya air. Berdasarkan parameter daya serap air, dapat disimpulkan bahwa spesimen genteng berlapis keramik menunjukkan performa dan ketahanan yang lebih optimal dibandingkan genteng tanah liat konvensional. Produk ini direkomendasikan untuk diaplikasikan pada konstruksi bangunan di area dengan paparan iklim basah dan kelembapan ekstrem.
Copyrights © 2026