Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap asimetri informasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya transparansi pengungkapan ESG pada sektor pertambangan yang memiliki risiko lingkungan dan sosial tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan asimetri informasi antara manajemen dan investor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keberlanjutan, laporan tahunan, laporan keuangan, dan ringkasan saham perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 14 perusahaan pertambangan dengan total 56 observasi selama periode 2021–2025. Pengungkapan ESG diukur menggunakan ESG Disclosure Score berdasarkan Standar GRI 2021, sedangkan asimetri informasi diukur menggunakan bid-ask spread. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap asimetri informasi dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,035 dan tingkat signifikansi 0,046. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan ESG yang dilakukan perusahaan, semakin rendah tingkat asimetri informasi yang terjadi di pasar modal. Hasil penelitian mendukung teori sinyal dan teori pemangku kepentingan yang menjelaskan bahwa transparansi informasi keberlanjutan dapat meningkatkan kualitas informasi yang diterima investor serta mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu, pengungkapan ESG yang lebih luas dan berkualitas dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan transparansi perusahaan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap perusahaan pertambangan di Indonesia.
Copyrights © 2026