Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Good Corporate Governance Mechanisms and Financial Distress on The Timeliness of Financial Report Submission Karina Helida Feprizon; Tri Joko Prasetyo; Chara Pratami Tidespania Tubarad
Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2025): (July) Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/jemba.v2i1.60

Abstract

This study aims to analyze the influence of financial distress, the proportion of independent commissioners, the existence of an audit committee, and the size of the board of directors on the timeliness of financial reporting in non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2024. Timeliness of financial reporting is an important benchmark for ensuring information transparency and corporate accountability to stakeholders. The method used was a quantitative approach with logistic regression analysis, as the dependent variable is binary. The sample was determined using a purposive sampling technique, resulting in a total of 564 observations. The results indicate that the existence of an audit committee and the size of the board of directors have a positive and significant influence on the timeliness of financial reporting. Conversely, the level of financial distress and the proportion of independent commissioners do not show a significant effect. These findings emphasize the importance of strengthening corporate governance mechanisms, particularly the effectiveness of the audit committee and the structure of the board of directors, in promoting reporting accuracy. However, the role of independent commissioners and the company's financial condition do not significantly contribute to the timeliness of reporting.
Pengaruh Efisiensi Operasional, Leverage, dan Arus Kas Operasi terhadap Financial Distress pada Perusahaan Transportasi dan Logistik yang Terdaftar di Bei Periode 2021-2024 Zaki Riyan Maulana; Chara Pratami Tidespania Tubarad; Ratna Septiyanti; Harsono Edwin Puspita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10050

Abstract

Sektor transportasi dan logistik merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, namun sektor ini juga memiliki tingkat risiko financial distress yang cukup tinggi akibat tingginya biaya operasional, ketergantungan terhadap pendanaan utang, serta dampak fluktuasi nilai tukar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi operasional, leverage, dan arus kas operasi terhadap financial distress pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia dan website masing-masing perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan dengan total 128 observasi. Financial distress diukur menggunakan model Grover (G-Score), sedangkan efisiensi operasional diproksikan dengan BOPO, leverage dengan Debt to Asset Ratio (DAR), dan arus kas operasi dengan rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar. Analisis data dilakukan menggunakan analisis diskriminan dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sebaliknya, leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat utang perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Sementara itu, arus kas operasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sehingga semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dari aktivitas operasionalnya, semakin rendah risiko mengalami financial distress. Secara simultan, efisiensi operasional, leverage, dan arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap financial distress.
Pengaruh Pengungkapan ESG terhadap Asimetri Informasi pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Muhammad Daffa Widiyansyah; Chara Pratami Tidespania Tubarad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap asimetri informasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya transparansi pengungkapan ESG pada sektor pertambangan yang memiliki risiko lingkungan dan sosial tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan asimetri informasi antara manajemen dan investor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keberlanjutan, laporan tahunan, laporan keuangan, dan ringkasan saham perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan 14 perusahaan pertambangan dengan total 56 observasi selama periode 2021–2025. Pengungkapan ESG diukur menggunakan ESG Disclosure Score berdasarkan Standar GRI 2021, sedangkan asimetri informasi diukur menggunakan bid-ask spread. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap asimetri informasi dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,035 dan tingkat signifikansi 0,046. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan ESG yang dilakukan perusahaan, semakin rendah tingkat asimetri informasi yang terjadi di pasar modal. Hasil penelitian mendukung teori sinyal dan teori pemangku kepentingan yang menjelaskan bahwa transparansi informasi keberlanjutan dapat meningkatkan kualitas informasi yang diterima investor serta mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu, pengungkapan ESG yang lebih luas dan berkualitas dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan transparansi perusahaan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap perusahaan pertambangan di Indonesia.