PT Mitra Part Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa electro plating yang menerima barang Work In Process (WIP) dari pelanggan untuk diproses lebih lanjut. Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan masih menghadapi permasalahan discrepancy stock, yaitu ketidaksesuaian antara data persediaan yang tercatat pada sistem dengan kondisi fisik barang di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya discrepancy stock serta menentukan prioritas pengendalian persediaan menggunakan metode ABC–XYZ. Data yang digunakan berupa data persediaan dan pemakaian barang selama periode Oktober 2025 sampai Februari 2026. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan nilai konsumsi, sedangkan metode XYZ digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan tingkat fluktuasi pemakaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ABC menghasilkan 6 item kategori A, 21 item kategori B, dan 26 item kategori C, sedangkan klasifikasi XYZ menghasilkan 1 item kategori X, 6 item kategori Y, dan 46 item kategori Z. Hasil penggabungan matriks ABC–XYZ menunjukkan bahwa kategori BZ dan CZ mendominasi jumlah item persediaan, sedangkan kategori AZ menjadi prioritas utama pengendalian karena memiliki nilai konsumsi tinggi dan pola pemakaian yang tidak stabil. Penyebab utama discrepancy stock adalah pencatatan perpindahan barang yang masih manual, belum optimalnya monitoring WIP, serta keterlambatan pembaruan data persediaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan sistem pengendalian persediaan untuk meminimalkan terjadinya discrepancy stock.
Copyrights © 2026