Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGELOMPOKAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEDOID UNTUK EVALUASI PERFORMA SISWA: PENGELOMPOKAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEDOID UNTUK EVALUASI PERFORMA SISWA Yoga Religia; Arvita Emarilis Intani; Andi Saputra
Jurnal Pelita Teknologi Vol 15 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.247 KB) | DOI: 10.37366/pelitatekno.v15i1.281

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pondasi dalam kemajuan suatu bangsa, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya kualitas bangsa tersebut. Saat ini, siswa pada jenjang SMA banyak mendapat sorotan. Pasalnya tingkat kenakalan remaja banyak terjadi pada masa-masa SMA [1]. Hal tersebut memerlukan evaluasi performa siswa untuk meningkatkan prestasi siswa dan menghindarkan siswa dari tindakan negatif. Salah satu data yang dapat digunakan terkait performa siswa adalah menggunakan Student Academics Dataset. Student Academics terdiri dari 21 atribut, dimana atribut-atribut didalamnya adalah berupa gender hingga Home to College Travel Time dalam bentuk unsupervised learning [2]. Salah satu algoritma yang cukup baik digunakan untuk proses clustering adalah algoritma k-medoid. Algoritma k-medoid merupakan bagian dari partitioning clustering dimana k-medoids cukup efisien untuk diterapkan pada dataset yang kecil. Pada penelitian ini pengujian dilakukan menggunakan waktu rata-rata eksekusi dan davies bouldin indek. Hasil dari pengujian menunjukkan pengelompokan data Student Academics kedalam 3 status performa siswa menggunakan algoritma k-medoid memiliki akumulasi waktu rata-rata eksekusi selama 22,8 detik dan nilai Index Davies dari algoritma k-medoid untuk pengelompokan performa siswa sebesar 0,367.
Implementasi Data Mining Dalam Menentukan Penjualan Paket Internet Dan TV Kabel Dengan Metode Algoritma C4.5 Pada PT Link Net Fajar Arief Rachman; Wahyu Hadikristanto; Arvita Emarilis Intani
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 1 - Juli 2022
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APT Link Net is a multimedia company that became the first provider in Indonesia that provides internet speeds of up to 100 Mbps and provides more than 90 local and international channels with digital picture quality and stereo sound, PT. Link Net offers several choices of internet and cable TV packages such as Dlite, Elite, Family, Family Plus, Maxima, School, Supreme, judging by the large number of sales for these packages and there is no predictor of determining the sales of the best-selling and not-selling packages. The research uses data mining techniques using the C4.5 algorithm to analyze or determine package sales so that they can prepare more supporting tools to be used for best-selling packages. This study uses sales data sourced directly from PT. Link Net in 2021. The stages in the C4.5 Algorithm use six KDD (Knowledge Discovery in Databases) steps which include activities, namely, selection, preprocessing, transformation, data mining, Interpretation Evaluation. Through testing using rapidminer with an accuracy rate of 99.5%, thus the C4.5 Algorithm is very well used to implement this sales data. From the explanation above, it can be concluded that the best-selling Internet and cable TV packages at PT. Link Net namely Family and Family Plus. Keywords: Data Mining, C4.5 Algorithm, Decision Tree, Prediction
Analisis Evaluasi Dan Pemilihan Vendor Pengadaan Barang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Mar’atus Solikhah; Arvita Emarilis Intani; Tri Ngudi Wiyatno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2038

Abstract

Pengadaan barang merupakan aktivitas krusial yang berdampak langsung terhadap efisiensi operasional perusahaan. PT XXX saat ini menghadapi kendala pada proses pengadaan, khususnya terkait ketidakpastian waktu pengiriman oleh vendor Alat Tulis Kantor (ATK). Berdasarkan data Purchase Order (PO) periode Maret 2026, ditemukan kesenjangan performa antar vendor, di mana salah satu vendor utama memiliki tingkat ketidakpatuhan mencapai 50%. Selain itu, proses pemilihan vendor yang berjalan saat ini masih bersifat subjektif dan belum memiliki acuan terstruktur, sehingga berisiko menghasilkan keputusan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model evaluasi dan pemilihan vendor yang objektif dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga, kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan pelayanan. Data dikumpulkan melalui kuesioner perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang melibatkan 10 responden internal yang berkompeten. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode AHP mampu memberikan struktur penilaian yang sistematis dalam menentukan prioritas kriteria serta pemilihan vendor terbaik. Implementasi model AHP ini diharapkan dapat membantu manajemen PT XXX dalam memitigasi risiko keterlambatan pengiriman, menjaga efisiensi biaya, serta mengoptimalkan produktivitas operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Analisis Perbandingan Metode North West Corner (NWC), Vogel, Least Cost, dan Particle Swarm Optimization (PSO) pada Optimasi Distribusi Beras antar Provinsi di Indonesia Mega Purnamasari; Harisma Sujani; Arvita Emarilis Intani; Muhammad Ibrahim Ats-Tsuri; Hasyrani Windyatri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.002

Abstract

Indonesia pada tahun 2025 dihadapkan pada permasalahan distribusi beras yang lambat, yang berdampak pada kelangkaan beras premium serta menyebabkan kenaikan harga yang signifikan. Harga beras premium meningkat dari Rp68.000 per 5 kg menjadi Rp90.000–Rp130.000 per 5 kg. Meskipun stok beras di gudang BULOG melimpah, distribusi yang tidak optimal berpotensi menghambat ketahanan pangan, meningkatkan risiko kerusakan beras, serta menimbulkan kerugian negara. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan alokasi distribusi beras optimal dari supply area ke demand area berdasarkan jarak terpendek guna meminimalkan total jarak pengiriman. Metode yang digunakan meliputi North West Corner (NWC), Vogel Approximation Method (VAM), Least Cost, dan Particle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini memiliki kontribusi akademik dengan menghubungkan pendekatan optimasi transportasi dengan kebijakan distribusi pangan nasional. Selain itu, kebaharuan penelitian ini terletak pada cakupan wilayah Indonesia secara nasional serta perbandingan empat metode optimasi dalam satu kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode Vogel merupakan solusi optimal dengan total jarak pengiriman 2,982,335.63 km.
Analisis Penerapan ABC-XYZ Classification dalam Mengurangi Discrepancy Persediaan pada Gudang PT MPP Fauzan Paleta Aji; Arvita Emarilis Intani; Dodit Ardiatama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10735

Abstract

PT Mitra Part Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa electro plating yang menerima barang Work In Process (WIP) dari pelanggan untuk diproses lebih lanjut. Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan masih menghadapi permasalahan discrepancy stock, yaitu ketidaksesuaian antara data persediaan yang tercatat pada sistem dengan kondisi fisik barang di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya discrepancy stock serta menentukan prioritas pengendalian persediaan menggunakan metode ABC–XYZ. Data yang digunakan berupa data persediaan dan pemakaian barang selama periode Oktober 2025 sampai Februari 2026. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan nilai konsumsi, sedangkan metode XYZ digunakan untuk mengelompokkan item berdasarkan tingkat fluktuasi pemakaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ABC menghasilkan 6 item kategori A, 21 item kategori B, dan 26 item kategori C, sedangkan klasifikasi XYZ menghasilkan 1 item kategori X, 6 item kategori Y, dan 46 item kategori Z. Hasil penggabungan matriks ABC–XYZ menunjukkan bahwa kategori BZ dan CZ mendominasi jumlah item persediaan, sedangkan kategori AZ menjadi prioritas utama pengendalian karena memiliki nilai konsumsi tinggi dan pola pemakaian yang tidak stabil. Penyebab utama discrepancy stock adalah pencatatan perpindahan barang yang masih manual, belum optimalnya monitoring WIP, serta keterlambatan pembaruan data persediaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan sistem pengendalian persediaan untuk meminimalkan terjadinya discrepancy stock.