Kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan. Permasalahan sampah yang terus meningkat di Indonesia mendorong munculnya model kewirausahaan berbasis lingkungan yang memadukan pengelolaan sampah dengan penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satu bentuk penerapan kewirausahaan berbasis masyarakat dapat ditemukan pada Bank Sampah Hidayah yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mengembangkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran inovasi produk dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kewirausahaan UMKM berbasis lingkungan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam proses pengembangannya. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Bank Sampah Hidayah berhasil mengembangkan berbagai produk seperti pupuk organik cair, pupuk perangsang buah, EM4, Eco Enzyme, sirup markisa, serbuk jahe, serbuk kunyit, bawang hitam, dan kerupuk tulang tenggiri. Selain itu, keterlibatan masyarakat, dukungan lembaga pembina, dan pendampingan mahasiswa KKNT turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas usaha kelompok, termasuk melalui digitalisasi transaksi dan penguatan label produk. Inovasi produk dan pemberdayaan masyarakat terbukti menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2026