Kemandirian belajar menjadi konsep penting dalam psikologi pendidikan karena memengaruhi kemampuan individu mengelola proses belajar secara aktif, terutama pada fase remaja yang menghadapi tuntutan kompleks. Bagi remaja yang aktif dalam organisasi sosial seperti karang taruna, tantangan ini semakin besar karena mereka harus menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara manajemen waktu dengan kemandirian belajar pada remaja Karang Taruna di Padukuhan Sangkeh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 60 remaja aktif berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang mengintegrasikan skala kemandirian belajar (α = 0,848) dan skala manajemen waktu (α = 0,936). Analisis data statistik dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson melalui perangkat lunak Jamovi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan yang kuat antara manajemen waktu dan kemandirian belajar (r = 0,826; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,682 mengindikasikan bahwa manajemen waktu memberikan kontribusi substansial sebesar 68,2% terhadap varians kemandirian belajar partisipan. Temuan ini secara teoretis memperkuat integrasi antara teori Self-Regulated Learning dan manajemen waktu dalam konteks organisasi kepemudaan non-formal. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pengurus karang taruna untuk mengintegrasikan pelatihan keterampilan manajemen waktu guna mendukung otonomi dan kapasitas belajar mandiri anggotanya yang multiperan.
Copyrights © 2026