Pengendalian persediaan bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi pada industri pengolahan tahu. UMKM Pabrik Tahu Tirta Jaya masih menerapkan sistem pengendalian persediaan secara konvensional berdasarkan pengalaman dan perkiraan pemilik usaha sehingga menyebabkan tingginya frekuensi pemesanan serta kurang optimalnya biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), menentukan jumlah pemesanan yang optimal, menghitung safety stock, dan menentukan reorder point (ROP). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku kedelai selama satu tahun sebesar 119.440 kg dengan frekuensi pemesanan aktual sebanyak 96 kali per tahun. Berdasarkan metode EOQ diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 9.044 kg per pemesanan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 13 kali per tahun. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp. 3.168.508,8 per tahun, lebih rendah dibandingkan kondisi aktual sebesar Rp. 13.272.000 per tahun, sehingga menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 10.103.491,2 atau efisiensi sebesar 76,13%. Selain itu, diperoleh safety stock sebesar 325,20 kg dan reorder point sebesar 1.479,04 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan dan mendukung kelancaran proses produksi pada UMKM Pabrik Tahu Tirta Jaya.
Copyrights © 2026