Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen persediaan yang diproksikan dengan Inventory Turnover (IT) dan likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba sehingga pengelolaan persediaan dan likuiditas perlu diperhatikan untuk mendukung kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 66 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Inventory Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,069 > 0,05. Current Ratio juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,300 > 0,05. Secara simultan, Inventory Turnover dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,180 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,053 menunjukkan bahwa kedua variabel independen hanya mampu menjelaskan 5,3% variasi profitabilitas. Dengan demikian, manajemen persediaan dan likuiditas belum menjadi faktor utama yang memengaruhi profitabilitas perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman selama periode penelitian.
Copyrights © 2026