Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN SOFTWARE ACCURATE ACCOUNTING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI AKUNTANSI DIGITAL SISWA SMKN 3 KOTA BEKASI Sri Yuli Ayu Putri; Dade Nurdiniah; Dan Muhammad; Egi Gumala Sari; Arsita Yulia Cahyani
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i2.7057

Abstract

Pemanfaatan perangkat lunak akuntansi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung kompetensi akuntansi digital siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, pemahaman dan keterampilan siswa dalam menggunakan aplikasi Accurate Accounting masih terbatas sehingga diperlukan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akuntansi digital siswa Jurusan Akuntansi SMKN 3 Kota Bekasi melalui pelatihan penggunaan software Accurate Accounting. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Bina Insani dengan melibatkan 25 siswa kelas XII Jurusan Akuntansi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik penggunaan aplikasi, diskusi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki kemampuan yang baik dalam mengoperasikan aplikasi Accurate Accounting, dengan capaian kompetensi sebesar 92% pada aspek pemahaman fungsi aplikasi, 88% pada pembuatan database perusahaan, 84% pada penginputan data dan transaksi, serta 80% pada penyusunan laporan keuangan. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi akuntansi digital siswa dan mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi tuntutan dunia kerja berbasis teknologi. Dengan demikian, pelatihan Accurate Accounting dapat menjadi salah satu alternatif penguatan kompetensi vokasional di bidang akuntansi.
Analisis Pengaruh Manajemen Persediaan dan Likuiditas terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Murniwati Ndruru; Sri Yuli Ayu Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen persediaan yang diproksikan dengan Inventory Turnover (IT) dan likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba sehingga pengelolaan persediaan dan likuiditas perlu diperhatikan untuk mendukung kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 66 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Inventory Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,069 > 0,05. Current Ratio juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,300 > 0,05. Secara simultan, Inventory Turnover dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets dengan nilai signifikansi 0,180 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,053 menunjukkan bahwa kedua variabel independen hanya mampu menjelaskan 5,3% variasi profitabilitas. Dengan demikian, manajemen persediaan dan likuiditas belum menjadi faktor utama yang memengaruhi profitabilitas perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman selama periode penelitian.
The Effect of Fraud Triangle and Internal Control on Financial Statement Fraud with Intellectual Capital as A Moderating Variable Nurul Rahmawati; Sri Yuli Ayu Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11584

Abstract

Financial statement fraud in the banking sector poses a serious threat to national financial stability. This study aims to analyze the effect of the Fraud Triangle (pressure, opportunity, and rationalization) and internal control on financial statement fraud, and to examine the role of intellectual capital as a moderating variable. A quantitative approach was employed using secondary data from the financial statements of 14 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the period 2020–2024 (65 observations), selected through purposive sampling. Financial statement fraud was measured using the F-Score model, while intellectual capital was assessed using the Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) method. Data were analyzed Fthrough multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) using SPSS 27. The results indicate that financial target and bonus mechanism have a positive and significant effect on financial statement fraud, whereas nature of industry and the proportion of independent commissioners show no significant effect. Simultaneously, all four variables jointly exert a significant effect, explaining 48.0% of the variance. Intellectual capital is proven to moderate the relationships between financial target, bonus mechanism, and the proportion of commissioners with financial statement fraud, but fails to moderate the relationship involving the nature of industry. These findings underscore that financial pressure and performance-based incentives are the primary fraud risk factors in banking, necessitating a balanced remuneration system and strengthened intellectual capital as key mitigation strategies.