Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan stres akademik pada siswa SMP X Yogyakarta. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan remaja. TikTok merupakan salah satu platform yang banyak digunakan oleh siswa karena menyediakan berbagai konten hiburan, informasi, dan sarana interaksi sosial. Namun, penggunaan TikTok yang berlebihan diduga dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa, termasuk meningkatkan stres akademik akibat berkurangnya waktu belajar, terganggunya konsentrasi, serta meningkatnya tekanan dalam menyelesaikan tugas sekolah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan stres akademik. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok maka semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami siswa, dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 125 siswa kelas VIII SMP X Yogyakarta yang diperoleh melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala stres akademik dan skala intensitas penggunaan media sosial TikTok yang telah disusun sesuai dengan indikator penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,520 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Intensitas penggunaan media sosial TikTok memberikan sumbangan efektif sebesar 27% terhadap stres akademik, sedangkan 73% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026