Tingginya turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi perhatian penting bagi organisasi karena berpotensi meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan serta mengganggu stabilitas sumber daya manusia. Generasi Z cenderung menempatkan keseimbangan kehidupan kerja, fleksibilitas, beban kerja yang proporsional, dan kenyamanan lingkungan sebagai pertimbangan dalam mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Surakarta. Landasan penelitian menggunakan Social Exchange Theory, teori Turnover Intention, dan Job Demands-Resources Theory. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 100 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai t sebesar 4,554 dan signifikansi 0,000. Beban kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 4,577 dan signifikansi 0,000, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 0,350 dan signifikansi 0,727. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 16,169 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,315 menunjukkan bahwa model menjelaskan 31,5% variasi turnover intention. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan work life balance dan beban kerja secara proporsional untuk membantu organisasi mengendalikan kecenderungan perpindahan karyawan Generasi Z.
Copyrights © 2026