Stres kerja dan kelelahan mental merupakan permasalahan yang dapat memengaruhi kinerja, produktivitas serta kesejahteraan psikologis karyawan, termasuk pada lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dalam mengatasi stres kerja dan kelelahan mental karyawan di Sekolah KB-RA IT IBNU SINA. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru serta staf administrasi yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas operasional sekolah. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data serta perumusan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa stres kerja dipengaruhi oleh tingginya tuntutan pekerjaan, keterbatasan waktu, beban administrasi, interaksi dengan wali murid serta tuntutan memberikan layanan pendidikan yang optimal. Kelelahan mental ditandai dengan kelelahan emosional, kesulitan berkonsentrasi, penurunan fokus, gangguan istirahat serta terbawanya tekanan pekerjaan ke kehidupan pribadi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi manajemen seperti pembinaan rutin, evaluasi kerja, penguatan spiritual, komunikasi terbuka, dan kegiatan kebersamaan yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendukung kesejahteraan psikologis karyawan. Strategi tersebut dinilai cukup efektif dalam membantu karyawan mengelola tekanan kerja, meskipun masih diperlukan pengembangan melalui pelatihan manajemen stres, peningkatan kolaborasi tim, pemberian apresiasi terhadap kinerja serta penyediaan ruang komunikasi yang aman guna mendukung kesejahteraan mental karyawan secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Copyrights © 2026