Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Work from Home (WFH) serta dampaknya terhadap efisiensi biaya operasional dan kinerja pegawai di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kualitatif, penelitian ini menggabungkan wawancara mendalam terhadap enam Kepala Bidang sebagai data primer, serta laporan pelaksanaan WFH bulan April dan Mei 2026 sebagai data sekunder. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif untuk mengukur perubahan biaya operasional dan kinerja pegawai sebelum dan selama penerapan WFH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi WFH berhasil mewujudkan efisiensi biaya operasional yang signifikan, ditandai dengan penurunan konsumsi listrik sebesar 20,48% (Rp35.956.939), air sebesar 48,88% (Rp9.132.195), dan BBM kendaraan dinas sebesar 28,76% (Rp12.825.490). Temuan ini mendukung konsep value for money dalam sektor publik, yang menekankan pada ekonomi, efisiensi, dan efektivitas penggunaan sumber daya. Di sisi lain, kinerja pegawai tetap terjaga selama penerapan WFH, yang ditunjukkan oleh produktivitas yang stabil, pelayanan publik yang tidak terganggu, tingkat kedisiplinan yang tinggi (tingkat kehadiran 96–96,8%), koordinasi hybrid yang efektif, serta peningkatan work-life balance. Meskipun demikian, kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, seperti jaringan internet yang tidak stabil, dan kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif, terutama bagi pegawai yang memiliki balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WFH dapat menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus optimalisasi kinerja pegawai, dengan rekomendasi peningkatan infrastruktur teknologi, pengelolaan anggaran perjalanan dinas yang lebih terencana, dan pengaturan pola kerja hybrid yang fleksibel.
Copyrights © 2026