Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelaporan dan Pelayanan SPT Tahunan dengan Menggunakan e-filling Terhadap Tingkat Kepuasan Wajib Pajak di KPP Pratama Wonocolo Surabaya Lidya Putri Nanda Sembiring; Taufik Kurniawan
JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS, DAN SOSIAL (EMBISS) Vol. 2 No. 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This assessment is to be able to understand and investigate the reporting and service of annual tax returns using an electronic filling of the level of taxpayer satisfaction. All of these reviewers are taxpayers at KPP Wonocolo Surabaya. An example used is a simple random sampling method where 25 speakers were taken. This method of analysis uses the Classical Assumption Test method. The results of this review inform that KPP Wonocolo Surabaya to the taxpayer community has a concrete impact on the level of satisfaction and services have a concrete impact on the level of satisfaction of taxpayers
Implementasi Work from Home terhadap Efisiensi Biaya dan Kinerja Pegawai Disperindag Jatim Nailah Syakirah; Taufik Kurniawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11158

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Work from Home (WFH) serta dampaknya terhadap efisiensi biaya operasional dan kinerja pegawai di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kualitatif, penelitian ini menggabungkan wawancara mendalam terhadap enam Kepala Bidang sebagai data primer, serta laporan pelaksanaan WFH bulan April dan Mei 2026 sebagai data sekunder. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif untuk mengukur perubahan biaya operasional dan kinerja pegawai sebelum dan selama penerapan WFH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi WFH berhasil mewujudkan efisiensi biaya operasional yang signifikan, ditandai dengan penurunan konsumsi listrik sebesar 20,48% (Rp35.956.939), air sebesar 48,88% (Rp9.132.195), dan BBM kendaraan dinas sebesar 28,76% (Rp12.825.490). Temuan ini mendukung konsep value for money dalam sektor publik, yang menekankan pada ekonomi, efisiensi, dan efektivitas penggunaan sumber daya. Di sisi lain, kinerja pegawai tetap terjaga selama penerapan WFH, yang ditunjukkan oleh produktivitas yang stabil, pelayanan publik yang tidak terganggu, tingkat kedisiplinan yang tinggi (tingkat kehadiran 96–96,8%), koordinasi hybrid yang efektif, serta peningkatan work-life balance. Meskipun demikian, kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, seperti jaringan internet yang tidak stabil, dan kondisi lingkungan rumah yang kurang kondusif, terutama bagi pegawai yang memiliki balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WFH dapat menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus optimalisasi kinerja pegawai, dengan rekomendasi peningkatan infrastruktur teknologi, pengelolaan anggaran perjalanan dinas yang lebih terencana, dan pengaturan pola kerja hybrid yang fleksibel.