Secure File Transfer Protocol (SFTP) merupakan protokol transfer data yang berjalan di atas Secure Shell (SSH) dan menyediakan mekanisme autentikasi serta enkripsi untuk menjaga keamanan pertukaran data antar klien dan server. Penggunaan SFTP banyak diterapkan pada lingkungan server karena mampu menjaga kerahasiaan, integritas, dan keamanan data selama proses transfer. Selain itu, Linux Debian dikenal stabil, aman, dan mudah dikonfigurasi sebagai platform layanan transfer data. MeskipunĀ memiliki tingkat keamanan yang tinggi, proses enkripsi pada SFTP dapat menambah beban komputasi sehingga memengaruhi performa transfer data, khususnya pada pengiriman berkas berukuran besar. Berbagai penelitian telah membahas implementasi dan optimasi SFTP, namun penerapan algoritma kompresi Deflate pada layanan SFTP berbasis Linux Debian masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan algoritma kompresi data pada layanan SFTP di server Linux Debian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan performa transfer data sebelum dan sesudah kompresi diaktifkan menggunakan file berukuran 10 MB, 50 MB, dan 100 MB. Parameter yang diamati meliputi waktu transfer, throughput, dan efisiensi waktu transfer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma Deflate mampu meningkatkan efisiensi transfer data yang ditunjukkan dengan penurunan waktu pengiriman dan peningkatan throughput pada seluruh skenario pengujian. Efisiensi waktu transfer yang diperoleh berturut-turut sebesar 38,82%, 41,56%, dan 43,44%. Berdasarkan hasil tersebut, algoritma Deflate terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan SFTP tanpa mengurangi aspek keamanan komunikasi data. Dengan demikian, algoritma DeflateĀ dapat menjadi alternatif untuk mengoptimalkan performa layanan SFTP pada server Linux Debian, khususnya dalam proses transfer berkas yang membutuhkan keamanan dan efisiensi secara bersamaan.
Copyrights © 2026