Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang menganalisis pengaruh kondisi ekonomi moneter terhadap likuiditas koperasi simpan pinjam, khususnya pada Koperasi Bima Sakti Sejahtera yang beranggotakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perubahan kondisi ekonomi moneter, seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan jumlah uang beredar, berpotensi memengaruhi kemampuan anggota dalam menabung maupun mengakses pinjaman, sehingga berdampak pada kondisi likuiditas koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekonomi moneter terhadap likuiditas Koperasi Bima Sakti Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi moneter berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas Koperasi Bima Sakti Sejahtera dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,397. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,200 menunjukkan bahwa sebesar 20% variasi likuiditas koperasi dapat dijelaskan oleh variabel ekonomi moneter, sedangkan sisanya sebesar 80% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas kondisi ekonomi moneter memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan koperasi memenuhi kewajiban jangka pendek serta mendukung keberlanjutan operasional koperasi.
Copyrights © 2026