Pesatnya perkembangan layanan digital menuntut ketersediaan infrastruktur web server yang andal dan responsif. Penggunaan server tunggal berpotensi menimbulkan masalah serius berupa beban kerja berlebih dan risiko Single Point of Failure. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan arsitektur load balancing menggunakan HAProxy dengan algoritma Round Robin serta mekanisme high availability berbasis Keepalived untuk meningkatkan ketersediaan layanan secara berkelanjutan. Metode eksperimental diterapkan melalui implementasi sistem secara langsung pada lingkungan virtual berbasis Debian, menggunakan topologi yang terdiri atas satu server master, satu server backup, dan satu klien penguji. Dalam konfigurasi ini, HAProxy berfungsi mendistribusikan trafik HTTP secara bergantian ke dua server backend untuk mencegah saturasi sumber daya, sedangkan Keepalived mengelola Virtual IP melalui protokol VRRP untuk mendukung failover secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu membagi permintaan simulasi 6.000 sample request menggunakan Apache Jmeter secara merata dengan rasio 50:50, sehingga mampu menekan error rate secara signifikan menjadi 2,35%. Saat server master mengalami gangguan buatan, mekanisme failover bekerja cepat dalam rentang waktu satu detik, diikuti proses failback yang lancar tanpa memutus sesi koneksi klien aktif. Berdasarkan pedoman standar TIPHON, kualitas jaringan pascapengujian dikategorikan “Sangat Bagus” dengan nilai packet loss 2% dan rata-rata latensi 47 ms. Kombinasi HAProxy dan Keepalived terbukti efektif menjaga kontinuitas layanan dan meningkatkan keandalan sistem.
Copyrights © 2026