Hidrogen sulfida (H₂S) merupakan senyawa korosif yang sering ditemukan dalam minyak bumi, gas alam, dan berbagai produk turunannya. Keberadaan senyawa ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan material pada tangki penyimpanan (storage tank), yang dapat menimbulkan risiko kegagalan operasional, kerugian ekonomi, serta bahaya keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketahanan korosi antara dua jenis material yang umum digunakan pada tangki penyimpanan, yaitu baja karbon (carbon steel) dan baja paduan (alloy steel), saat terpapar lingkungan yang mengandung hidrogen sulfida. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur terkait serta analisis data hasil pengujian korosi dari berbagai penelitian terdahulu, dengan parameter pengamatan berupa laju korosi, mekanisme serangan, dan bentuk kerusakan material yang terjadi. Hasil kajian menunjukkan bahwa baja karbon memiliki laju korosi yang relatif lebih tinggi dan rentan mengalami kerusakan berupa retakan akibat tegangan serta penggetasan hidrogen saat terpapar H₂S. Sebaliknya, baja paduan yang mengandung unsur kromium, nikel, atau molibdenum menunjukkan ketahanan yang lebih baik karena mampu membentuk lapisan pelindung oksida yang stabil di permukaan material, sehingga menghambat proses serangan korosif. Meskipun demikian, penggunaan baja paduan memiliki pertimbangan tersendiri terkait biaya investasi yang lebih tinggi dibandingkan baja karbon. Berdasarkan perbandingan tersebut, disimpulkan bahwa pemilihan material tangki penyimpanan harus disesuaikan dengan kadar H₂S, kondisi lingkungan operasi, serta pertimbangan ekonomi guna menjamin keandalan dan umur pakai fasilitas penyimpanan.
Copyrights © 2026