Korosi merupakan penyebab utama degradasi struktur pada industri minyak dan gas lepas pantai akibat lingkungan laut yang sangat agresif. Paparan ion klorida, oksigen terlarut, kelembapan tinggi, fluktuasi temperatur, arus laut, dan aktivitas mikroorganisme mempercepat reaksi elektrokimia sehingga memicu berbagai bentuk korosi, seperti uniform corrosion, pitting corrosion, crevice corrosion, galvanic corrosion, erosion-corrosion, corrosion fatigue, dan microbiologically influenced corrosion (MIC). Kompleksitas mekanisme tersebut menuntut penerapan strategi mitigasi yang terintegrasi dan tidak hanya mengandalkan satu metode perlindungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan strategi mitigasi korosi pada struktur minyak dan gas lepas pantai selama periode 2006–2026 menggunakan metode kajian literatur. Sumber pustaka diperoleh dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis, MDPI, serta Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan mengelompokkan pembahasan ke dalam enam aspek, yaitu mekanisme korosi, protective coating, cathodic protection, corrosion inhibitor, material selection, dan pemanfaatan teknologi digital, seperti Artificial Intelligence (AI), Digital Twin, Structural Health Monitoring (SHM), Internet of Things (IoT), serta predictive maintenance. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi mitigasi korosi telah berkembang dari pendekatan perlindungan material konvensional menuju sistem pengelolaan korosi yang terintegrasi dan berbasis data. Integrasi teknologi digital meningkatkan efektivitas perlindungan melalui pemantauan kondisi secara real-time, prediksi laju korosi, dan pengambilan keputusan pemeliharaan secara prediktif. Kajian ini mengusulkan konsep Integrated Smart Corrosion Management sebagai kerangka konseptual untuk mendukung pengelolaan integritas aset pada industri minyak dan gas lepas pantai.