Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja pegawai pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi sebanyak 93 pegawai. Sampel penelitian terdiri atas 32 pegawai yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria masa kerja lebih dari tiga tahun dan pernah mengikuti pelatihan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan secara bersama-sama berkontribusi terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, pelatihan belum berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t hitung sebesar -1,032 dan signifikansi 0,311. Sebaliknya, pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dengan nilai t hitung sebesar 2,507 dan signifikansi 0,018. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,218 menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan menjelaskan 21,8% variasi kinerja pegawai, sedangkan 78,2% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa program pengembangan karier, rotasi jabatan, mentoring, dan pengayaan tugas perlu diperkuat secara berkelanjutan. Efektivitas pelatihan juga perlu ditunjang oleh analisis kebutuhan, infrastruktur teknologi, kesesuaian materi dengan pekerjaan, serta penempatan pegawai yang mendukung penerapan kompetensi hasil pelatihan secara optimal.
Copyrights © 2026