Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada Pemerintah Kabupaten Nias Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel sebanyak 335 pegawai dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4, meliputi evaluasi outer model, inner model, serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Lingkungan kerja, budaya organisasi, dan motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja. Pengujian mediasi memperlihatkan bahwa motivasi kerja mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak hanya ditentukan oleh kualitas kepemimpinan, kondisi lingkungan kerja, dan budaya organisasi secara langsung, tetapi juga bergantung pada kemampuan organisasi dalam membangun motivasi pegawai. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nias Barat perlu mengevaluasi praktik kepemimpinan, meningkatkan kenyamanan dan dukungan lingkungan kerja, memperkuat nilai-nilai budaya organisasi, serta mengembangkan kebijakan motivasi melalui penghargaan, pengembangan karier, pemenuhan kebutuhan kerja, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan secara terarah dan konsisten.
Copyrights © 2026