Penelitian ini menganalisis risiko keamanan Roundcube Mail Server pada Debian 12 melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penerapan keamanan dasar. Lingkungan pengujian dibangun pada jaringan lokal menggunakan domain evaldo.com agar konfigurasi server, client, dan koneksi dapat dikendalikan. Data dikumpulkan melalui validasi akses webmail, uji pengiriman dan penerimaan email, pemindaian port menggunakan Nmap, audit sistem menggunakan Lynis, pengujian web server menggunakan Nikto, serta pencatatan status UFW, Fail2Ban, dan Zabbix Agent. Setiap temuan teknis dinilai menggunakan Common Vulnerability Scoring System (CVSS), kemudian disusun menjadi dataset awal untuk rancangan klasifikasi risiko berbasis Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roundcube tetap dapat diakses dan digunakan untuk aktivitas email pada kedua skenario pengujian. Meskipun UFW telah diaktifkan, Nmap masih mendeteksi port FTP, SSH, SMTP, DNS, HTTP, POP3, IMAP, IMAPS, dan POP3S dalam kondisi terbuka. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivasi firewall belum secara langsung mengurangi eksposur layanan apabila rule yang diterapkan masih terlalu longgar dan belum disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Risiko tertinggi ditemukan pada penggunaan HTTP tanpa HTTPS karena webmail memproses kredensial pengguna dan isi komunikasi melalui kanal yang tidak terenkripsi. Sebagian besar temuan lain berada pada kategori risiko sedang karena layanan masih terbatas pada jaringan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keamanan dasar perlu dilanjutkan dengan hardening yang lebih spesifik, meliputi pembatasan rule firewall, penerapan HTTPS, penonaktifan service yang tidak diperlukan, penguatan autentikasi SSH, konfigurasi Fail2Ban, serta pemantauan log secara berkala. Dataset awal yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengembangan dan pengujian kuantitatif model Random Forest pada penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar.
Copyrights © 2026