Pertumbuhan jumlah pengguna dan volume lalu lintas data menuntut jaringan komputer yang mampu menyediakan koneksi stabil, cepat, dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan jaringan pada server Debian 12 melalui penerapan algoritma Hierarchical Token Bucket sebagai metode manajemen bandwidth. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan kondisi jaringan sebelum dan sesudah penerapan HTB pada topologi bintang yang melibatkan satu server Debian, perangkat MikroTik sebagai switch atau bridge, serta dua client pengujian. Konfigurasi HTB membagi bandwidth sebesar 10 Mbps untuk Client 1 dan 5 Mbps untuk Client 2. Pengukuran dilakukan terhadap parameter Quality of Service yang meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan iperf3 dan ping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan HTB, throughput kedua client relatif sama, yaitu 94,7 Mbps pada Client 1 dan 94,8 Mbps pada Client 2. Setelah HTB diterapkan, throughput menjadi 8,81 Mbps dan 4,71 Mbps, sehingga pembatasan bandwidth berjalan sesuai kebijakan. Nilai delay rata-rata tetap rendah, yaitu 3 ms pada Client 1 dan 5 ms pada Client 2, sedangkan packet loss tetap 0% pada kedua client. Nilai jitter sesudah HTB sebesar 0,292 ms dan 5,862 ms, yang masih termasuk kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Temuan ini menunjukkan bahwa HTB efektif mengatur distribusi bandwidth secara adil, terstruktur, dan efisien tanpa menurunkan stabilitas layanan jaringan secara signifikan.
Copyrights © 2026