Halte merupakan infrastruktur vital dalam sistem angkutan umum yang berfungsi sebagai titik naik turun penumpang serta menunjang kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan fasilitas dan kesesuaian dimensi halte pada trayek Terminal Banawa – Wisma Donggala di Kabupaten Donggala, sekaligus merumuskan desain halte usulan yang sesuai standar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei inventarisasi langsung, pengukuran dimensi fisik, penghitungan volume penumpang pada waktu sibuk, dan survei wawancara kebutuhan penumpang. Data eksisting dibandingkan dengan standar minimal dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga halte yang disurvei hanya memiliki kelengkapan fasilitas sebesar 20% (2 dari 10 fasilitas standar, yaitu tempat duduk dan kanopi), dengan kondisi keduanya tergolong buruk. Dari tiga segmen trayek yang dianalisis, dua segmen (Dishub Lama–PT Jetty Cindara dan PT Jetty Cindara–PT Samas) memiliki dimensi halte di bawah standar minimal 4×2 meter, sementara segmen PT Samas–Wisma Donggala telah memenuhi standar seiring volume penumpang tertinggi, yaitu 32 penumpang pada waktu sibuk. Survei wawancara mengidentifikasi tempat duduk, kanopi, dan lampu penerangan sebagai kebutuhan fasilitas prioritas. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan desain halte berukuran 4×2×2,5 meter dengan kelengkapan fasilitas sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan renovasi dan penambahan fasilitas halte secara menyeluruh, penyesuaian dimensi berdasarkan kebutuhan aktual, serta program pemeliharaan rutin oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala.
Copyrights © 2026