Raden Caesario Boing
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Tipe A Amplas dengan Metode IPA, CSI dan TSA Febrian Tri Valentia; Raden Caesario Boing; Anisa Tiara; Haiqal Muzakki
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10580

Abstract

Terminal Tipe A Amplas di Kota Medan merupakan simpul transportasi strategis yang melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan perkotaan, dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan terminal berdasarkan kondisi eksisting sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2015, serta menganalisis tingkat kepuasan pengguna menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden pada bulan Mei 2026 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan beberapa fasilitas belum tersedia, seperti lajur pejalan kaki, informasi jadwal kendaraan, dan area jaringan internet. Analisis IPA mengidentifikasi tujuh atribut dalam Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan, meliputi lajur pejalan kaki, informasi fasilitas kesehatan, jadwal kedatangan dan keberangkatan, serta letak jalur pemberangkatan dan kedatangan. Hasil CSI menunjukkan nilai sebesar 69%, yang berada pada kategori puas. Analisis Trip Segment Analysis (TSA) menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas terminal berhasil mengurangi segment disutility perjalanan arah naik bus sebesar 44,8% (dari 3,73 menit menjadi 2,06 menit) dan arah turun bus sebesar 18,3% (dari 1,97 menit menjadi 1,61 menit), yang mengindikasikan peningkatan kenyamanan dan efisiensi aksesibilitas penumpang secara signifikan. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan usulan desain peningkatan fasilitas pada atribut-atribut prioritas guna mewujudkan pelayanan terminal yang lebih optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan usulan desain peningkatan fasilitas pada atribut-atribut prioritas guna mewujudkan pelayanan terminal yang lebih optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Evaluasi Fasilitas Halte Trans Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi Menggunakan Metode Customer Satisfication Index (CSI) dan Importance Performance Analisis (IPA) Annisa Nursabrina; Dian Pranata Putra; Herdian Nurwicaksana; Raden Caesario Boing
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10631

Abstract

Halte merupakan prasarana penting dalam mendukung operasional layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi. Ketersediaan fasilitas halte yang lengkap dan layak berperan besar dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan pengguna angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna Halte BRT Trans Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan positivistik. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan terhadap delapan halte pada Koridor 1 Trans Wibawa Mukti dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna layanan BRT. Fasilitas yang dievaluasi meliputi identitas halte, rambu petunjuk, papan informasi trayek, lampu penerangan, tempat duduk, telepon umum, tempat sampah, pagar pengaman, dan papan iklan/pengumuman berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 dan Permenhub Nomor 10 Tahun 2012. Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian besar halte Trans Wibawa Mukti masih kekurangan fasilitas penting seperti identitas halte, papan informasi trayek, lampu penerangan, tempat sampah, dan pagar pengaman. Hasil perhitungan CSI diperoleh nilai indeks kepuasan sebesar 68,42% yang termasuk dalam kategori Poor (64% < X ≤ 71%), mengindikasikan bahwa pengguna belum merasa puas terhadap kualitas fasilitas yang tersedia. Analisis IPA mengidentifikasi enam atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan (Kuadran I), yaitu papan informasi trayek, pagar pengaman, petugas keamanan, info gangguan keamanan, kebersihan halte, dan informasi jadwal kedatangan/keberangkatan BRT. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Perhubungan untuk segera melengkapi fasilitas halte sesuai standar yang berlaku dan menerapkan sistem monitoring berkala minimal setiap 6 bulan sekali.
Evaluasi Fasilitas dan Dimensi Halte Angkutan Umum pada Trayek Terminal Binawa – Wisma Donggala di Kabupaten Donggala Tahun 2025 Ni Luh Nia Trisnayanti; Roffi'i Eko Atmaja; Tingkah Ginting; Raden Caesario Boing
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11689

Abstract

Halte merupakan infrastruktur vital dalam sistem angkutan umum yang berfungsi sebagai titik naik turun penumpang serta menunjang kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan fasilitas dan kesesuaian dimensi halte pada trayek Terminal Banawa – Wisma Donggala di Kabupaten Donggala, sekaligus merumuskan desain halte usulan yang sesuai standar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei inventarisasi langsung, pengukuran dimensi fisik, penghitungan volume penumpang pada waktu sibuk, dan survei wawancara kebutuhan penumpang. Data eksisting dibandingkan dengan standar minimal dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga halte yang disurvei hanya memiliki kelengkapan fasilitas sebesar 20% (2 dari 10 fasilitas standar, yaitu tempat duduk dan kanopi), dengan kondisi keduanya tergolong buruk. Dari tiga segmen trayek yang dianalisis, dua segmen (Dishub Lama–PT Jetty Cindara dan PT Jetty Cindara–PT Samas) memiliki dimensi halte di bawah standar minimal 4×2 meter, sementara segmen PT Samas–Wisma Donggala telah memenuhi standar seiring volume penumpang tertinggi, yaitu 32 penumpang pada waktu sibuk. Survei wawancara mengidentifikasi tempat duduk, kanopi, dan lampu penerangan sebagai kebutuhan fasilitas prioritas. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan desain halte berukuran 4×2×2,5 meter dengan kelengkapan fasilitas sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan renovasi dan penambahan fasilitas halte secara menyeluruh, penyesuaian dimensi berdasarkan kebutuhan aktual, serta program pemeliharaan rutin oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala.