Terminal Tipe A Amplas di Kota Medan merupakan simpul transportasi strategis yang melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan perkotaan, dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan terminal berdasarkan kondisi eksisting sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2015, serta menganalisis tingkat kepuasan pengguna menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden pada bulan Mei 2026 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan beberapa fasilitas belum tersedia, seperti lajur pejalan kaki, informasi jadwal kendaraan, dan area jaringan internet. Analisis IPA mengidentifikasi tujuh atribut dalam Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan, meliputi lajur pejalan kaki, informasi fasilitas kesehatan, jadwal kedatangan dan keberangkatan, serta letak jalur pemberangkatan dan kedatangan. Hasil CSI menunjukkan nilai sebesar 69%, yang berada pada kategori puas. Analisis Trip Segment Analysis (TSA) menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas terminal berhasil mengurangi segment disutility perjalanan arah naik bus sebesar 44,8% (dari 3,73 menit menjadi 2,06 menit) dan arah turun bus sebesar 18,3% (dari 1,97 menit menjadi 1,61 menit), yang mengindikasikan peningkatan kenyamanan dan efisiensi aksesibilitas penumpang secara signifikan. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan usulan desain peningkatan fasilitas pada atribut-atribut prioritas guna mewujudkan pelayanan terminal yang lebih optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan usulan desain peningkatan fasilitas pada atribut-atribut prioritas guna mewujudkan pelayanan terminal yang lebih optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.