Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan data nasional tahun 2024, prevalensi stunting di Indonesia masih mencapai 19,8%. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Tambak Sirang Darat, di mana terdapat 32 anak yang mengalami stunting. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi keluarga, kurangnya pemahaman mengenai pencegahan stunting, serta terbatasnya akses terhadap sumber pangan bergizi di tingkat rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan website edukasi serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui implementasi sistem akuaponik. Metode pelaksanaan meliputi tahap koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, penyusunan media edukasi berbasis website, sosialisasi melalui presentasi dan tanya jawab, praktik pemasangan akuaponik, pendampingan selama implementasi, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan. Program berhasil menghasilkan sebuah website edukasi stunting yang diakses oleh lebih dari 25 warga sebagai media informasi kesehatan yang mudah diakses. Selain itu, sistem akuaponik berhasil diterapkan pada tiga rumah tangga sasaran sebagai upaya penyediaan sumber pangan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Dengan demikian, integrasi edukasi kesehatan berbasis digital dan penguatan ketahanan pangan melalui akuaponik merupakan model pemberdayaan masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat desa.
Copyrights © 2026