Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan Stunting Berbasis Website Edukasi dan Implementasi Akuaponik di Desa Tambak Sirang Darat Desy Mayang Sari; Asih Fuji Rahayu; Candy Yuniarti Putri; Alfian Misran
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11807

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan data nasional tahun 2024, prevalensi stunting di Indonesia masih mencapai 19,8%. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Tambak Sirang Darat, di mana terdapat 32 anak yang mengalami stunting. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi keluarga, kurangnya pemahaman mengenai pencegahan stunting, serta terbatasnya akses terhadap sumber pangan bergizi di tingkat rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan website edukasi serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui implementasi sistem akuaponik. Metode pelaksanaan meliputi tahap koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, penyusunan media edukasi berbasis website, sosialisasi melalui presentasi dan tanya jawab, praktik pemasangan akuaponik, pendampingan selama implementasi, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan. Program berhasil menghasilkan sebuah website edukasi stunting yang diakses oleh lebih dari 25 warga sebagai media informasi kesehatan yang mudah diakses. Selain itu, sistem akuaponik berhasil diterapkan pada tiga rumah tangga sasaran sebagai upaya penyediaan sumber pangan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Dengan demikian, integrasi edukasi kesehatan berbasis digital dan penguatan ketahanan pangan melalui akuaponik merupakan model pemberdayaan masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat desa.
KEGIATAN MENIMBUN BARANG YANG MENYEBABKAN KERUGIAN PEREKONOMIAN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Sri Wulandari; Candy Yuniarti Putri; Putri Nailah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): July: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i4.519

Abstract

Menimbun barang dalam perspektif Islam memiliki implikasi ekonomi dan etika yang signifikan. Dalam Islam, menimbun barang yang tidak diperlukan atau menahan pasokan yang seharusnya tersedia untuk masyarakat umum dianggap sebagai tindakan yang tidak bijaksana dan melanggar prinsip keadilan sosial serta keseimbangan sosial. Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan, sudah ditemukan bahwa menimbun barang dapat menyebabkan pemborosan sumber daya, ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, serta gangguan pada distribusi keadilan. Islam mendorong umatnya untuk berbagi kekayaan dengan adil dan menjamin ketersediaan barang yang mencukupi untuk semua orang. Selain itu, menimbun barang juga dapat menciptakan ketidakpastin ekonomi dan merugikan masyarakat yang rentan. Islam menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan sosial untuk mencapai kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Dalam konteks perdagangan, praktik Ihtikar atau menimbun barang dalam jumlah besar untuk mempengaruhi harga pasar juga dilarang dalam Islam. Hal ini bertujuan untuk mencegah monopoli dan menjaga persaingan yang sehat dalam ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penimbun barang terhadap stabilitas ekonomi. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penimbunan barang. Serta mengetahui penimbun barang yang menyebabkan kerugian perekonomian. Penimbunan barang jual dalam persfektif hukum ekonomi islam yang dilarang ialah berupa penimbunan bahan pokok makanan. Secara ekonomi penjualan bahan pokok makanan yang ditimbun oleh si penjual yaitu sembako, yang dapat mengakibatkan terjadinya inflasi, kenaikan harga pada pasaran yang mengakibatkan pembeli pun merasa kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut tak lain merupakan kebutuhan pangan tiap harinya. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kelaparan yang berawal dari tidak adanya kemampuan untuk membeli barang tersebut. Maka dari itu berdagang pun haruslah bersifat adil.