Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Brand Image dan Brand Trust terhadap Minat Menginap pada sebuah hotel berbintang lima legacy di Badung, Bali, baik secara parsial maupun simultan, serta merumuskan rekomendasi tindakan yang relevan bagi manajemen hotel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 135 responden berusia minimal 18 tahun yang memiliki minat atau rencana menginap, baik yang belum maupun telah memiliki pengalaman menginap sebelumnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, statistik deskriptif, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Menginap dengan koefisien 0,204 dan nilai signifikansi 0,003. Brand Trust juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,754 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 288,432 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,814 menunjukkan bahwa Brand Image dan Brand Trust mampu menjelaskan 81,4% variasi Minat Menginap, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Brand Trust terbukti menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan minat menginap perlu diarahkan pada penguatan kepercayaan konsumen melalui konsistensi pelayanan, transparansi informasi, keamanan transaksi, pengelolaan keluhan, dan reputasi digital, sekaligus mempertahankan citra hotel yang positif, unik, dan sesuai harapan pasar.
Copyrights © 2026