Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PADA BENETREE COFFEE, DENPASAR) Ni Ketut Lasmini; Ni Ketut Narti; Ida Bagus Sanjaya; KD Nindiana Widiantari
Forum Manajemen STIMI Handayani Denpasar Vol 20 No 2 (2022): Jurnal STIMI Vol. 20 No. 2 - 2022
Publisher : Forum Manajemen STIMI Handayani Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the company's strengths, weaknesses, opportunities, and threats and to find out the right marketing strategy to be applied to Benetree Coffee. The research was conducted for 3 months, starting from January - March 2021 at Benetree Coffee. The research method used is descriptive qualitative and quantitative. While the analytical tools used are SWOT analysis with IFAS (Internal Factor Analysis Summary) matrix, EFAS (External Factor Analysis Summary) matrix, IE matrix (Internal External), SWOT matrix. The results of the IFAS matrix analysis are 2.897 which indicates that the company's internal position is strong. The results of the EFAS matrix analysis are 2,774. The results of the mapping on the IE matrix show that Benetree Coffee in the marketing strategy occupies position V. This indicates that Benetree Coffee is in a growth position. The results of the SWOT matrix show that there are 11 alternative strategies that can be done by company.
Produk inovasi COLAB untuk mendukung Pelatihan Barista dan Tourismpreneurship berbasis Green tourism Ida Bagus Gede Dananjaya; Upayana Wiguna Eka Saputra; Ida Bagus Sanjaya; Putu Adi Suprapto; Meliani Andari; Galang Marhaenisme
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.955

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan vokasi di bidang perhotelan dan kuliner, SMK Widiatmika memiliki potensi besar mendukung industri pariwisata, namun terkendala keterbatasan fasilitas pelatihan barista dan integrasi konsep tourismpreneurship berbasis green tourism. Menanggapi kebutuhan dunia usaha akan tenaga kerja terampil, tim pengabdian masyarakat menawarkan solusi melalui pengembangan Coffee Laboratory (COLAB) sebuah inovasi sarana pembelajaran barista yang terintegrasi dengan kewirausahaan hijau. Kegiatan melibatkan 70 peserta (guru dan siswa), dimulai dengan pengenalan green tourism dan penyusunan Business Model Canvas (BMC), dilanjutkan pelatihan teknik barista, proses kopi dari hulu ke hilir, serta praktik daur ulang limbah kopi menjadi coffee briquette. Sebagai dukungan berkelanjutan, diserahkan satu set peralatan barista lengkap untuk mendukung Barista Teaching Factory (TEFA). Hasilnya, terjadi peningkatan kompetensi barista, pemahaman green tourism, dan kemampuan merancang model bisnis berkelanjutan. Program ini diharapkan memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja dan wirausaha, sekaligus menjadi model pembelajaran vokasi yang memadukan keterampilan praktis, kewirausahaan, dan kelestarian lingkungan.
Analysis of the Implementation of Sign Language Education and Training for Frontline Staff at PT Angkasa Pura Indonesia Ni Luh Putu Tasya Diah Maharani; Ida Bagus Sanjaya
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1823

Abstract

This study aims to analyze the implementation of sign language education and training for frontline staff at PT Angkasa Pura Indonesia at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali, and its contribution to enhancing staff performance in delivering inclusive services. A qualitative approach with a descriptive method was employed. The study involved six informants—comprising one Human Capital Development representative, one Customer Service Officer Leader, two Customer Service officers, and two Aviation Security (AVSEC) officers—selected using purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results indicate that the sign language education and training were conducted systematically, encompassing training needs analysis, participant selection, material development, training delivery, and evaluation of training outcomes. The discussion reveals that the training contributed to enhancing frontline staff competence, evidenced by improved sign language understanding, the ability to communicate with passengers with hearing impairments, increased confidence in service delivery, and the creation of more responsive and inclusive services. In conclusion, sign language education and training contribute to improving the competence and performance of frontline staff while supporting the realization of more inclusive airport services for all service users.
Analisis Brand Image dan Brand Trust terhadap Minat Menginap Hotel di Badung Adelia Oktafany; Ida Bagus Sanjaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11868

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Brand Image dan Brand Trust terhadap Minat Menginap pada sebuah hotel berbintang lima legacy di Badung, Bali, baik secara parsial maupun simultan, serta merumuskan rekomendasi tindakan yang relevan bagi manajemen hotel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 135 responden berusia minimal 18 tahun yang memiliki minat atau rencana menginap, baik yang belum maupun telah memiliki pengalaman menginap sebelumnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, statistik deskriptif, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Menginap dengan koefisien 0,204 dan nilai signifikansi 0,003. Brand Trust juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,754 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 288,432 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,814 menunjukkan bahwa Brand Image dan Brand Trust mampu menjelaskan 81,4% variasi Minat Menginap, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Brand Trust terbukti menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan minat menginap perlu diarahkan pada penguatan kepercayaan konsumen melalui konsistensi pelayanan, transparansi informasi, keamanan transaksi, pengelolaan keluhan, dan reputasi digital, sekaligus mempertahankan citra hotel yang positif, unik, dan sesuai harapan pasar.