Kemunculan financial technology (fintech) memperluas pilihan layanan pembayaran digital bagi masyarakat, yang pada akhirnya memicu tingginya tingkat kompetisi di sektor perbankan dalam merebut dan mempertahankan basis pengguna layanan digital. Kompetisi tersebut kini tidak hanya berlangsung antarbank, melainkan juga melibatkan fintech, sehingga membuat perbankan perlu merancang strategi pemasaran yang dapat mendorong penggunaan layanannya, salah satunya melalui kegiatan sponsorship serta penguatan brand image. Studi ini disusun untuk mengetahui pengaruh sponsorship BRI Liga 1 dan brand image terhadap keputusan penggunaan BRImo, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatid, dengan penarikan sampel menggunakan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Data diperoleh melalui sebaran kuesioner, dan terdapat 100 responden yang memenuhi kriteria penelitian yang kemudian datanya dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 32. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial sponsorship tidak memengaruhi keputusan penggunaan BRImo, sementara brand image memiliki pengaruh positif dan signifikan. Ketika diuji secara bersamaan, kedua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan BRImo, dengan brand image sebagai faktor yang lebih berperan dibandingkan sponsorship. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ketatnya persaingan yang ada, keputusan penggunaan mobile banking tidak semata dibentuk oleh aktivitas sponsorship, melainkan juga oleh cara konsumen memandang perusahaan. Oleh karena itu, penguatan brand image perlu dilakukan secara konsisten untuk mendukung peningkatan keputusan penggunaan layanan mobile banking, sementara aktivitas sponsorship perlu terus dievaluasi agar efektivitasnya tidak sekadar meningkatkan eksposur merek, namun juga mampu mendorong keputusan penggunaan layanan secara langsung.
Copyrights © 2026