Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas modal terhadap tax avoidance, pengaruh komite audit terhadap tax avoidance, serta peran komite audit dalam memoderasi pengaruh intensitas modal terhadap tax avoidance pada perusahaan pertambangan subsektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan tahunan perusahaan. Populasi penelitian terdiri atas 46 perusahaan subsektor batubara yang terdaftar di BEI. Melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, diperoleh sampel sebanyak 43 perusahaan yang memenuhi persyaratan penelitian sehingga menghasilkan data panel selama empat tahun pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh langsung variabel independen terhadap variabel dependen serta Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji peran variabel moderasi. Seluruh pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas modal berpengaruh negatif terhadap tax avoidance, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi investasi perusahaan pada aset tetap, semakin rendah kecenderungan perusahaan melakukan penghindaran pajak. Komite audit terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance, yang menunjukkan bahwa karakteristik komite audit dalam perusahaan masih berkaitan dengan praktik pengelolaan pajak. Selain itu, hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa komite audit mampu memoderasi secara signifikan hubungan antara intensitas modal dan tax avoidance dengan memperlemah pengaruh intensitas modal terhadap tax avoidance. Temuan ini memberikan implikasi bahwa efektivitas fungsi pengawasan komite audit berperan penting dalam mengendalikan kebijakan perpajakan perusahaan serta mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang lebih baik.
Copyrights © 2026